Abdimas Terpadu (ISW)

Usai Ujian Akhir Semester, Dosen dan Mahasiswa IAI Rawa Aopa Gelar Pengabdian Masyarakat Terpadu

Binadesa.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan langsung merencanakan kegiatan pasca-pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Civitas akademika yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dikerahkan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat terpadu. 

Langkah ini diambil sebagai wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat luas. Kegiatan yang direncanakan di sejumlah desa di Konawe Selatan ini tidak hanya berfokus pada kerja bakti sosial semata. 

Program ini dirancang secara sistematis dengan mengintegrasikan aspek pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta publikasi ilmiah secara simultan. Pihak kampus berkomitmen agar seluruh hasil pengabdian ini nantinya dapat dikonversi menjadi karya ilmiah yang terpublikasi dengan baik.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme seluruh peserta. Beliau menegaskan bahwa momentum pasca-ujian merupakan waktu terbaik untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di ruang kelas. 

Menurutnya, teori yang dipelajari mahasiswa harus segera diuji dengan realitas sosial yang ada di tengah masyarakat. “Kegiatan pengabdian terpadu ini merupakan momentum penting bagi kita semua untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan dari meja akademik ke realitas kehidupan masyarakat,” ujar Ismail Suardi Wekke saat meninjau persiapan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso (Jumat, 5 Juni 2026).

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa program ini sengaja didesain untuk menyatukan beberapa indikator Tri Dharma sekaligus. Beliau menyatakan bahwa dosen tidak hanya mendampingi mahasiswa, tetapi juga melakukan pengambilan data untuk riset mereka. 

Dengan demikian, pengabdian ini menjadi hulu dari lahirnya berbagai karya ilmiah baru yang kontekstual. “Kami tidak ingin pengabdian ini berjalan parsial, melainkan harus terintegrasi penuh dengan penelitian dan publikasi agar memberikan dampak akademik serta sosial yang berkelanjutan,” kata Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya sinergi program tersebut.

Dalam penjelasannya terkait teknis pelaksanaan, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema pendanaan dan fasilitasi yang memadai untuk mendukung program ini. Beliau menyampaikan bahwa dukungan anggaran dan kepegawaian telah dioptimalkan demi kelancaran seluruh tahapan kegiatan di lapangan. 

Pihak manajemen kampus berkomitmen penuh agar tidak ada kendala operasional yang menghambat jalannya pengabdian. “Dari hasil dari turun lapangan ini akan dikonversi menjadi artikel ilmiah yang siap dipublikasikan pada jurnal-jurnal nasional bereputasi sebagai rekam jejak kinerja institusi kita,” tegas Ismail Suardi Wekke menutup pernyataannya.

Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran rombongan dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan ini. Beberapa program kerja langsung digulirkan, mulai dari pendampingan keagamaan, penyuluhan hukum keluarga, hingga pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM desa. Kolaborasi antara dosen senior dan mahasiswa aktif ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi warga lokal.