Abdimas (ISW)

Pengumuman Kegiatan Pengabdian Masyarakat 2025/2026

Binadesa.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta –

Bina Desa Indonesia menggelar pertemuan guna mengidentifikasi berbagai program Pengabdian Masyarakat Kolaboratif (Kamis, 12 Maret 2026), . Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra dengan tujuan memperkuat sinergi antara akademisi dan praktisi pemberdayaan masyarakat. 

Fokus utama diskusi ini adalah menyelaraskan visi untuk menciptakan dampak sosial yang lebih nyata dan berkelanjutan di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah rencana keterlibatan dalam agenda International Collaborative Community Development

Program berskala global ini diproyeksikan menjadi wadah bagi para akademisi dan aktivis desa untuk berbagi inovasi serta solusi atas tantangan pembangunan di tingkat akar rumput. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat, tetapi juga memperluas jejaring profesional di kancah internasional.

Kegiatan kolaboratif tersebut nantinya akan dilaksanakan di Maros, Sulawesi Selatan, sebagai bagian integral dari rangkaian International Postgraduate Research Conference (IPRC). Pemilihan Maros sebagai lokasi pelaksanaan menjadi sangat strategis mengingat potensi dan posisi daerah tersebut dalam pengembangan komunitas lokal serta statusnya . 

Integrasi antara riset interdisipliner dan aksi lapangan ini bertujuan untuk memastikan bahwa teori-teori akademik dapat diimplementasikan secara langsung guna menjawab kebutuhan warga setempat.

Pelaksanaan agenda besar ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27-28 April 2026. Melalui persiapan sejak pertemuan hari ini, Bina Desa Indonesia dan mitra perguruan tinggi optimis dapat menghadirkan program-program unggulan yang relevan dengan isu global terkini. Para peserta nantinya akan terlibat dalam berbagai forum diskusi, observasi lapangan, serta perumusan strategi pengabdian yang lebih inklusif bagi masyarakat Maros.

Dengan terlaksananya pertemuan identifikasi ini, Bina Desa Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjembatani dunia pendidikan dengan pembangunan desa. Langkah ini diharapkan mampu memicu semangat kolaborasi yang lebih luas antara universitas dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Ke depan, hasil dari konferensi di Sulawesi Selatan tersebut diharapkan menjadi cetak biru bagi model pengabdian masyarakat kolaboratif yang dapat direplikasi di daerah lain.